Cara Meningkatkan Omzet Toko Online Anda

0
331

Kotagrosir.com – Sebelum anda membuka toko online anda , menyediakan produk dan mendesign web toko online , ada beberapa hal penting yang perlu anda ketahui. Yaitu anda harus mengerti funnel dari toko online anda sendiri.  Funnel sendiri adalah jalur proses mulai dari pengunjung mengunjungi link web toko online anda sampai pada proses pembelian.

Baca juga : Tips Dan Trik Menerapkan Free Shipping Pada E-Commerce

Berikut contoh funnel yang biasa ada pada toko online :

bagan-ecommerce-simple-1024x186

Rata – rata para pemula dalam bisnis toko online hanya mengandalkan SEO untuk mendapatkan traffic pengujung ke toko online nya namun lupa untuk menjabarkan traffic sources secara detail. Anda tidak bisa hanya mengandalkan SEO saja , tapi harus membayar traffic (paid ads) dan memastikan banyak orang mau berberlanja ke toko online anda.

Tentunya sangat tidak diharapkan bila anda sudah mempersiapkan produk , mengeluarkan dana untuk desain web toko online anda tapi anda tidak tahu bagaimana cara menjual produk anda agar menarik orang untuk membeli. Kalau anda menjual Handphone , akan ada dimana mengalami out-style atau out season dan berganti pada keluarnya model terbaru. Tentunya hal ini membuat anda rugi besar bila karena harga beli ketika produk handphone ini keluar akan turun pada saat munculnya model handphone baru . Maka dari itu anda harus pandai – pandai memilih traffic sources yang cocok. Contohnya facebook ads dimana dari masa ke masa masih tetap eksis.

Toko online mempunyai berbagai macam bentuklading page, seperti homepage, cart page atau orang langsung diarahkan pada halaman produk mereka. Setiap toko online berharap agar pengunjung yang sudah masuk ke landing page akan melanjutkan ke product page, memilih item yang mereka cari, menambahkan ke cart belanja dan proses akhir yaitu pembelian.

Toko online dapat memperoleh data pengunjung web nya dari email yang bisa didapat dengan berbagai cara. Misalnya menawarkan discount pembelian  bila mendaftarkan diri ketika pengunjung berada di landing page atau bisa juga pada saat proses pembelian , pembeli bisa dimintakan alamat email sebagai kelengkapan data.

Fungsi dari email tersebut akan digunakan toko online untuk mengirimkan newsletter ke email pengunjung agar tetap bisa berkomunikasi dengan customer mereka. Namun kadang cara ini tidak selalu baik karena bila isi newsletter hanya berisi promosi untuk mendongkrak penjualan maka mereka akan berhenti berlangganan karena menganggap newletter anda menganggu / spam. Tips nya cukup kirimkan secara singkat info promosi seperti discount misalnya.

bagan-ecommerce-highly-1024x492

Bagian pertama adalah traffic sources yang paling sering disebutkan, yaitu Google, Facebook, dan Twitter—iklan berbayar atau paid ads adalah cara paling cepat dalam meningkatkan penjualan dan pendapatan. Untuk menunggu hasil SEO melalui media ini dapat memakan waktu 6 bulan atau lebih.

Sebenarnya karakter dari sumber traffic ada beberapa jenis, antara lain : low cost (biayanya murah tetapi mungkin tidak tertarget), wide reach (kelebihannya adalah dibaca/dilihat banyak orang), high conversion (bisa mendorong audiencenya untuk membeli, tetapi biasanya biayanya lebih mahal). Pada kenyataannya Anda akan mencoba ketiganya dan terus mengevaluasi channel yang mana yang memberikan manfaat paling besar.

Penting bagi para toko online untuk memikirkan matang-matang bentuk bisnis model dan meramalkan segala yang akan terjadi pada bisnisnya sebelum mereka benar-benar terjun kepada e-commerce. Misalnya menjawab pertanyaan : apakah produk Anda dicari orang di google ? baca : cara menggunakan Google Keyword Planner

Hal pertama yang harus Anda lakukan saat customer masuk ke dalam toko online Anda adalah dengan melampirkan retargeting pixel di browser mereka. Untuk Google dan Facebook, mereka menyediakan sistem retargeting pixel yang dapat Anda gunakan. Dengan melampirkan retargeting pixel, ketika customer meninggalkan toko online Anda tanpa melakukan check-out, dan ketika ia membuka website lain, ia akan dapat melihat iklan toko Anda dan iklan tersebut akan menariknya untuk datang kembali ke toko Anda.

Ketika customer sudah berada di toko online Anda, hal yang paling penting yang harus Anda lakukan adalah menjaga mereka agar tetap berada di dalam toko Anda dan tidak pergi tanpa melakukan check-out. Karena tentunya jika Anda sudah mengeluarkan banyak budget menargetkan customer untuk datang ke toko Anda, dan jika customer Anda hanya mampir dan pergi begitu saja, tentunya Anda telah membuang-buang uang Anda tanpa hasil.

Saat customer sudah berada pada product page dan telah memilih beberapa barang dari toko Anda dan bersiap untuk membayar, namun tiba-tiba ia meninggalkan toko Anda tanpa sebab yang jelas, Anda perlu untuk menggunakan kembali retargeting pixel dengan melampirkan barang yang telah mereka pilih sebelumnya, lalu menawarkan barang lain yang sejenis atau mungkin memberikan penawaran diskon atas barang tersebut.

Kemudian setelah itu, saat customer sudah berada pada add to cart page, ada misi besar yang harus Anda lakukan, yaitu up-sell dan cross-sell. Up selling adalah Anda menawarkan barang yang lebih mahal dari barang yang customer pilih. Hal ini mungkin terdengar jarang dilakukan dalam e-commerce, namun cara ini tidak menutup kemungkinan untuk customer akan tertarik pada barang yang Anda tawarkan, walaupun lebih mahal.

Cara yang paling umum dilakukan adalah cross selling. Yang dimaksud dengan cross selling adalah apabila Anda menjual laptop, Anda menjual serta barang yang dapat menjadi pelengkap untuk laptop tersebut, misalnya casing laptop, tas laptop, pembersih monitor, dan lain-lain. Cara ini dapat membuat Anda lebih profitable, karena customer tidak akan keberatan untuk mengeluarkan uang lebih jika mendapatkan barang yang memiliki nilai guna yang lebih tinggi.

Langkah selanjutnya yang akan dilalui customer adalah place order, lalu check out. Memang cara terampuh dalam menuntun customer melalui setiap step di toko Anda adalah dengan menjadikan mereka subscriber, namun ingat jangan mengirimkan pesan terlalu sering demi meningkatkan coversion Anda. Customer tidak selalu menyukainya.

Saat customer sudah tiba di check out page, customer akan diminta untuk mengisi e-mailnya. E-mail ini dapat berguna untuk Anda bila customer tersebut meninggalkan toko Anda dan barang-barang yang telah dipilihnya begitu saja, maka Anda dapat mengirimkan e-mail resmi yang mengajak mereka untuk datang lagi ke toko Anda.

Setelah check out page, page terakhir dalam step berbelanja di toko Anda adalah thank you page. Banyak orang menganggap bahwa kita tidak perlu melampirkan apapun dalam thank you page. Saya sudah mendapatkan customer, customer sudah membeli barang yang saya jual, kalau begitu semua sudah selesai. Hal tersebut sungguh salah, karena perlu diperjelas bahwa “uang besar” yang didapat dari ecommerce, tidak didapat saat pertama kali customer membeli produk Anda, karena saat pertama kali customer belanja sebenarnya Anda menanggung Customer Acquisition Cost, salah satunya adalah biaya ads yang Anda keluarkan, “uang besarnya” Anda dapatkan saat customer melakukan repeat purchase. Hal yang dapat Anda lakukan dalam thank you page adalah one time offer. Anda dapat sekali lagi menawarkan barang Anda, entah dari best-seller item atau apapun itu.

Mengapa perlu one time offer? Karena ketika customer berbelanja, saraf endorphin-nya sedang bekerja dengan hebat sehingga ia berpeluang besar untuk berbelanja kembali. Dengan Anda menawarkan sekali lagi produk Anda, atau mengajaknya untuk berbelanja kembali di toko Anda, tidak menutup kemungkinan customer Anda akan menuruti penawaran Anda dan ia akan berbelanja kembali. Dan tentunya, lebih banyak uang yang masuk ke rekening Anda.

Tahap terakhir dalam e-commerce funnel yang dapat berguna bagi bisnis Anda adalah e-mail marketing. Customer mungkin telah berbelanja di beberapa toko online lain sebelum toko Anda, dan tentunya Anda ingin toko Anda adalah toko yang paling diingat oleh customer, dan customer akan kembali ke toko Anda jika mereka membutuhkan sesuatu. E-mail marketing dapat Anda gunakan untuk menginformasikan kepada customer mengenai produk baru yang ada di toko Anda yang mirip dengan produk yang pernah dibeli oleh customer Anda tersebut. Dan tentunya, informasi semacam itu lebih relevan dibandingkan Anda mengirimkan newsletter tanpa topik yang jelas.

Terdapat beberapa cara tambahan yang dapat Anda lakukan untuk lebih lagi menaikkan citra toko online Anda. Pertama adalah dengan social sharing. Social sharing dalam bahasa masa kini sering disebut testimonial. Anda bisa meminta customer Anda untuk sharing mengenai produk Anda dan toko online Anda, dan Anda maupun customer Anda dapat menguploadnya di social media seperti Facebook atau Twitter agar orang lain tertarik juga menjadi customer Anda.

Cara kedua adalah loyalty scheme. Cara ini cukup penting dalam menjalin komunikasi dengan customer Anda dan untuk menjaga customer Anda untuk terus mempercayai toko Anda. Anda dapat melakukan loyalty points dengan menawarkan beberapa produk baru toko Anda atau dengan menawarkan diskon dan bonus-bonus lainnya. Cara ini dapat membuat customer merasa dihargai dan dibutuhkan oleh toko Anda.

Cara ketiga adalah refer-a-friend. Cara ini mirip dengan social sharing namun ada sedikit perbedaan, yaitu jika customer Anda mempersuasi orang lain untuk membeli barang di toko Anda, dan orang tersebut terpengaruh dan akhirnya membeli, Anda lalu memberikan 10% komisi kepada customer Anda. Dapat dikatakan cara ini merupakan win-win situation, dimana Anda maupun customer Anda akan sama-sama untung.

Cara keempat adalah personalization, yaitu Anda harus memastikan bahwa apa yang Anda e-mail kepada customer Anda adalah barang yang relevan dengan customer Anda, sehingga hal tersebut dapat mendorong customer untuk kembali berkunjung ke toko Anda atau mungkin langsung tertarik membeli barang yang Anda tawarkan.

Cara kelima adalah cross-sell. Anda tidak harus menjual produk yang asli berasal dari toko Anda, tapi bisa juga produk yang Anda beli dari toko online lain karena hal itu sama saja akan memberikan keuntungan untuk Anda.

Cara keenam dan merupakan cara yang semakin populer adalah up-sell continuity program. Misalnya Anda menjual shampoo. Dan setiap bulannya Anda mengirimkan customer Anda mini bottle shampoo dengan harapan customer Anda tidak kehabisan shampoo. Hal tersebut juga dapat membangun kepercayaan customer terhadap toko Anda dan mereka akan terus berbelanja di toko Anda.

Cara ketujuh adalah affiliate offers, misalnya Anda berbisnis sepeda balap. Anda melakukan affiliate offers berupa mengadakan acara balap sepeda yang tentunya bekerja sama dengan pihak-pihak lain yang akan membantu Anda mewujudkannya. Dan affiliate offers tersebut Anda tawarkan kepada customer-customer Anda yang pernah membeli sepeda balap di toko Anda, misalnya melalui e-mail.

Dan cara terakhir adalah offline mail. Anda dapat mengirimkan paket kepada customer Anda secara langsung, ke rumah customer Anda, karena Anda telah mengetahui alamat dan data mereka sejak mereka pertama kali menjadi customer Anda. Paket tersebut dapat berupa postcard, brosur, katalog toko Anda, cross-sell items, maupun kupon diskon.

Jadi, kesimpulan dari apa yang harus Anda lakukan adalah sebelum membuat online store, disarankan Anda paham mengenai apa yang akan Anda buat. Kesalahan yang banyak terjadi terhadap para pendiri online store adalah mereka dengan cepat membuat keputusan untuk membuat bisnis, dan setelah toko mereka mulai terbentuk, mereka menghabiskan seluruh budget mereka untuk membayar hosting, developer, dan lain-lain, yang seharusnya dapat mereka lakukan sendiri atau menggunakan alternatif yang lebih murah.

Maka dari itu, pikirkan matang-matang model bisnis yang akan Anda jalankan, serta jangan lupa maksimalkan e-commerce funnel Anda, karena itu adalah sumber perjalanan bisnis Anda ke depan.

Notes : untuk melakukan optimasi seperti di atas Anda bisa menggunakan plugin. Misalnya jika Anda menggunakan Woocommerce, bisa melakukan search “upsell plugin woocommerce”.

Baca juga : Tips Dan Trik Menerapkan Free Shipping Pada E-Commerce

Sumber : http://bit.ly/1Tpvr1y